Redesign mahal jika hanya “ganti skin”. Ia masuk akal jika situs lama menghambat penjualan atau reputasi. Berikut tanda yang lebih objektif daripada selera pemilik.
- Hancur di HP — harus pinch-zoom, tombol terlalu kecil.
- Lambat — hero berat, hosting peninggalan 2016.
- Tidak bisa diedit — setiap typo harus bayar vendor, atau CMS sudah mati.
- SEO ketinggalan — judul sama semua halaman, tidak ada HTTPS, atau terkena malware.
- Tidak ada konversi — pengunjung ada, form rusak, WA tidak mencolok.
- Tidak sesuai usaha sekarang — layanan sudah berubah, foto masih proyek 8 tahun lalu.
- Tidak terukur — tidak ada analytics, tidak tahu halaman mana yang bekerja.
Refresh vs bangun ulang
Jika struktur URL bagus dan konten masih valid, kadang cukup rapikan desain + kecepatan. Jika backend usang dan tidak aman, bangun ulang lebih murah jangka menengah. Migrasi URL lama ke baru (redirect 301) wajib agar Google tidak kehilangan halaman.
Jangan buang yang sudah ranking
Ekspor artikel, portofolio, dan meta. Redesign yang menghapus blog lama adalah kesalahan klasik. Rencanakan redirect satu per satu.
Diskusikan scope di brief website. Untuk kepercayaan profil, lihat elemen company profile.


