WordPress populer karena banyak tema dan plugin. Custom (Laravel, dsb.) populer karena pas dengan proses. Keduanya bisa jelek jika dikerjakan asal. Yang perlu Anda pilih adalah kesesuaian 2–3 tahun ke depan.

WordPress unggul jika

Tim marketing sering nulis artikel, butuh banyak landing, dan fitur masih “standar web”. Ekosistem plugin mempercepat. Konsekuensi: harus rajin update dan pilih plugin hemat, atau situs jadi lambat dan rentan.

Custom unggul jika

Ada logika bisnis (harga bertingkat, role gudang, integrasi alat). Performa dan keamanan bisa dikontrol lebih ketat. Konsekuensi: setiap fitur baru butuh developer, tidak bisa asal pasang plugin.

Biaya bukan hanya tahun pertama

WP murah di awal, mahal jika 20 plugin berbayar dan kena hack. Custom mahal di awal, bisa lebih tenang jika scope terkendali dan ada maintenance.

JokulDigital menyesuaikan stack dengan brief, bukan memaksa satu agama teknologi. Mulai dari jenis website atau aplikasi web.